Gagal Mendaftar Kartu Prakerja Berkali-Kali Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Gagal Mendaftar Kartu Prakerja Berkali-Kali? Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Jutaan orang telah bergabung dengan kartu prakerja. Namun, banyak orang gagal mendaftar di kartu prakerja meskipun banyak upaya yang dilakukan. Mereka juga heran kenapa tidak lolos, padahal sudah berkali-kali mendaftar.

Hal – hal dibawah ini yang bisa menjadi penyebab, mengapa Anda sudah berkali – kali mendaftar dan tetap tidak lolos mendaftar kartu prakerja.

Kuota Pendaftar Habis

Ingatlah bahwa setiap gelombang kartu prakerja memiliki tujuannya batasan kuotanya masing – masing. Jumlahnya dapat bervariasi tergantung pada kebijakan manajemen kartu prakerja.

Namun, untuk kartu pra-rekrutan yang dibuka pada tahun 2021, distribusinya tetap sama yaitu 600.000 per gelombang. Kuota 600.000 tampaknya tinggi, tetapi perlu diingat bahwa jumlah orang yang menerima kartu sebelum perekrutan mungkin jauh lebih tinggi.

Baca Juga  Cara Lolos Daftar Kartu Prakerja Gelombang 18

Termasuk Dalam Kriteria Yang Ditolak

Gagal Mendaftar Kartu Prakerja Berkali-Kali Ini Bisa Jadi Penyebabnya
sumber: detik.net

Management kartu prakerja telah menyusun daftar orang-orang yang tidak dapat memenuhi syarat pendaftar. Seperti di gelombang 18, ada kriteria penerima yang tidak akan lolos mendapat kartu prakerja gelombang 18. Kriteria itu terdiri dari:

  1. NIK terdaftar di Kementerian Sosial sebagai penerima manfaat bansos. Anda bisa cek datanya di dtks.kemensos.go.id.2
  2. NIK Anda terdaftar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai penerima bantuan pendidikan. Anda bisa cek di info.gtk.kemendikbud.go.id.
  3. NIK yang Anda miliki terdaftar sebagai Pegawai Negeri Sipil, pada jenis dan tingkat apapun.
  4. NIK Anda terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan sebagai penerima BLT bantuan subsidi upah. Untuk ini Anda bisa cek langsung di https://kemnaker.go.id.
  5. Secara administrasi memang belum lolos seleksi, artinya di gelombang mendatang mungkin saja lolos dan menjadi penerima manfaat Program Kartu Prakerja. Biasanya terjadi karena kuota terpenuhi.
  6. NIK terdaftar di penerima bantuan presiden produktif UMKM. Ini bisa dicek di laman eform.bri.co.id/bpum atau di situs milik bank BNI.
  7. NIK terdaftar di PT. Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, atau terdaftar sebagai anggota POLRI atau TNI.
  8. Pengisian data kurang lengkap, sehingga secara sistem memang tidak dapat lolos. Kurang lengkap atau terdapat ketidaksesuaian dengan data yang sebenarnya.
Baca Juga  Eform Bni Tabungan Prakerja Dan Cara Membuatnya

Cara Daftar & Lolos Kartu Prakerja Gelombang 18

Pernah Menerima Program Bantuan Lain

Alasan lain seseorang tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan kartu prakerja adalah karena pernah atau menerima bantuan sosial dari negara.

Seperti bantuan sosial DTKS dari Kementerian Sosial (Kemensos), bantuan subsidi upah (BSU) alias BLT gaji Rp 1,2 juta. Termasuk Bantuan Presiden (Banpres) Produktif untuk UMKM (BPUM) atau BLT UMKM Rp 1,2 juta.

Sudah Pernah Lolos

Jika Anda telah mendaftar dan menyelesaikan paket sebelum memilih kartu pra-pekerja, Anda pasti tidak memenuhi syarat. NIK akan diblokir dan tidak akan lolos seleksi kartu yang sudah dilakukan sebelum perekrutan.

Data NIK Atau KK Tidak Cocok

Ketidakcocokan antara nomor NIK dan Kartu Keluarga (KK) juga dapat menyebabkan penolakan anggota kartu sebelum perekrutan. Oleh karena itu, pastikan nomor NIK dan KK yang Anda masukkan saat mendaftar kartu prakerja sudah benar.

Masih Bersekolah Atau Kuliah

Bahkan mereka yang mendaftar dengan kartu pra-pekerjaan tetapi masih aktif di sekolah atau perguruan tinggi pasti tidak akan memenuhi syarat untuk mendapatkan kartu pra-pekerja.

Baca Juga  7 Universitas Terbesar Di Dunia, Indonesia Juga Punya Loh!

Salah Atau Lalai Dalam Input NIK

Banyak peserta yang masih belum bisa melalui tahap seleksi pendaftaran kartu sebelum perekrutan karena beberapa kesalahan teknis. Salah satunya terkait dengan kesalahan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Pilihan daftar kartu sebelum perekrutan tergantung pada database kependudukan Kementerian Dalam Negeri. Hal ini membuat pemasukan data ke dalam NIK menjadi sangat relevan dan penting.

Kesalahan atau kelalaian ketik pada input NIK, seperti nama dan tanggal yang salah, dapat mencegah sistem memvalidasi data.