Pahami Karakter Dan Jenis Dari Reksadana Syariah

Pahami Karakter Dan Jenis Dari Reksadana Syariah

Reksadana adalah kumpulan dana investor yang dikelola oleh manajer investasi sebagai spesialis dalam berinvestasi pada produk investasi seperti saham, obligasi, dan produk pasar uang.

Di Reksadana Syariah, manajemen mengikuti aturan, prinsip dan peraturan Syariah. Reksadana syariah menjadi pilihan bagi investor yang menganut prinsip tersebut.

Pahami Karakter Dan Jenis Dari Reksadana Syariah 2
sumber: anterprimanews

Keduanya diatur dan dibatasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), namun terdapat perbedaan pemilihan produk investasi yang dikelola oleh manajer investasi antara dana investasi syariah dan dana investasi tradisional.

Dengan kata lain, reksadana syariah adalah dana investasi yang hanya dapat diinvestasikan pada efek keuangan yang sesuai dengan aturan dan prinsip syariah dan tentunya terikat dengan batasan investasi yang ditetapkan oleh OJK.

Karena kebutuhan untuk memenuhi persyaratan tersebut, setiap Dewan Pengawas Syariah ditugaskan tidak hanya untuk melatih, mempromosikan dan mengembangkan produk, tetapi juga mengawasi, memberi saran dan meninjau penggunaan dana sosial oleh Komisi Pemeriksa Syariah (DPS).

Jika pengelolaan reksadana Syariah masih mengandung unsur non-halal, manajer investasi perlu membersihkan portofolio.

Artinya, Anda perlu memperhitungkan pendapatan dari pendapatan yang Anda terima, yang masih mengandung unsur non-halal.

Baca Juga  Apa Beda Saham Dengan Forex?

Hasil dari pembersihan ini akan digunakan sebagai dana sosial untuk kepentingan rakyat, sebagaimana disetujui oleh DPS.

Kesalahpahaman umum di antara calon investor adalah bahwa dana investasi syariah hanya cocok untuk dibeli dan atau untuk pemeluk agama tertentu.

Bentuk Reksadana Syariah

Ini adalah kesalahpahaman, hal ini karena seluruh masyarakat Indonesia dapat berinvestasi di reksadana syariah. Seperti reksadana tradisional, reksadana syariah hadir dalam berbagai bentuk. Diantaranya:

  • Exchange Traded Fund (ETF) Syariah: Dana Investasi Syariah dalam bentuk KIK dimana unit penyertaannya tercatat di bursa efek.
  • Reksadana Syariah Terproteksi:Investasikan setidaknya 70% dari kekayaan bersih Anda dalam bentuk obligasi Syariah dan hingga 30% dari kekayaan bersih Anda dalam bentuk saham atau sukuk Syariah yang diperdagangkan di bursa efek asing.
  • Reksadana Syariah Berbasis Efek Syariah Luar Negeri: Investasikan setidaknya 51% dari kekayaan bersih Anda pada sekuritas Daftar Efek Syariah (DES) asing yang diterbitkan oleh penerbit DES.
  • Reksadana Syariah Sukuk: Investasikan secara teratur 85% atau lebih dari kekayaan bersih Anda pada Sukuk, SBSN atau surat berharga komersial Syariah dengan jangka waktu satu tahun atau lebih yang diklasifikasikan sebagai layak untuk investasi.
  • Reksadana Syariah Saham: Investasikan di saham minimal 80% dari nilai aset bersih.
  • Reksadana Syariah Pendapatan Tetap: Melakukan investasi minimal 80% dari nilai kekayaan bersih atau aset yang dikelola dalam bentuk surat berharga pendapatan tetap Syariah.
  • Reksadana Syariah Indeks: Investasikan setidaknya 80 persen dari kekayaan bersih Anda dalam sekuritas Syariah yang merupakan bagian dari indeks acuan Syariah.
  • Reksadana Syariah Campuran: Berinvestasi pada Efek Bersifat Syariah, Efek Berpenghasilan Tetap Syariah dan/atau Produk Pasar Uang Domestik. Masing-masing tidak melebihi 79% dari nilai aset bersih.
  • Reksadana Syariah Pasar Uang: Berinvestasi hanya pada produk pasar uang syariah dalam negeri dan/atau obligasi yang diterbitkan dengan jangka waktu sampai dengan 1 tahun dan/atau dengan sisa jangka waktu sampai dengan 1 tahun.
Baca Juga  Trading Emas Online Terpercaya 2021

Karakteristik Reksadana Syariah

Adapun karakter atau ciri khas dari reksadana syariah, diantaranya:

  1. Sesuai dengan prinsip syariah: Investasi reksadana syariah mendapat fatwa dari Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI) yang aspek syariahnya diawasi oleh Badan Pemeriksa Syariah.
  2. Likuiditas terjamin: Anda dapat mencair dana investasi kapan saja dengan menjual saham Anda.
  3. Hemat biaya dan efisien waktu: Biaya investasi pada reksadana syariah relatif rendah dan dilakukan oleh manajer investasi, sehingga investor tidak perlu mengontrolnya.
  4. Jaminan hukum: Produk reksadana Syariah dikendalikan oleh OJK dan dikelola oleh manajer investasi yang diberi wewenang oleh OJK.
  5. Hasil terbaik: Pengembalian investasi sesuai dengan jangka waktu dan jenis Reksadana Syariah yang diinginkan.
  6. Diversifikasi Investasi: reksadana syariah merupakan kumpulan dari berbagai sekuritas yang meminimalkan risiko investasi apabila terjadi penurunan karakteristik salah satu sekuritas.
  7. Kemudahan dalam berinvestasi: reksadana dikelola oleh manajer investasi, sehingga investor tidak memerlukan analisis yang mendetail.
  8. Unit pernyertaan murah: yang tersedia dapat dibeli rata-rata untuk setidaknya Rp 100.000.
Pencarian Popular Наруто сенки обновленные герои