Drumer Rolling Stones Charlie Watts Meninggal Dunia, Inilah Sedikit Kisahnya

Drumer Rolling Stones Charlie Watts Meninggal Dunia, Inilah Sedikit Kisahnya

Drummer The Rolling Stones Charlie Watts meninggal dunia dalam usia 80 tahun. Watt, bersama dengan penyanyi Mick Jagger, gitaris Keith Richards, dan bassis Ronnie Wood, telah menjadi bagian dari empat anggota lama The Rolling Stones.

Putra seorang sopir truk telah menyimpan suara rock blues di drum selama lebih dari 50 tahun. Watts lahir pada tahun 1941, ketika bom Hitler masih dijatuhkan di London. Ia dibesarkan di pinggiran Wembley di London barat.

Sejak usia dini, Watts sangat menyukai drum. Meskipun ia menjadi bintang rock and roll, cinta sejatinya adalah jazz.

Drumer Rolling Stones Charlie Watts Meninggal Dunia, Inilah Sedikit Kisahnya
sumber: bbci.co.uk

Setelah mendengarkan Chico Hamilton bermain dengan walking shoes, dia jatuh cinta pada drum. Dia diperkenalkan dengan seni gelap rock and roll oleh Mick Jagger dan Keith Richards pada awal 1960-an.

Watt bergabung dengan Stones pada tahun 1963 setelah band membuang beberapa drummer lain dan mereka tidak pernah menoleh ke belakang.

Ayunannya yang dipengaruhi jazz membuat lagu Stones menjadi luar biasa. Dia dalam kondisi terbaiknya dengan Honky Tonk Women yang diatur oleh lonceng atau tempat berlindung yang terkunci untuk jimmy (dia bahkan memasukkan beberapa pengisi mewah).

Baca Juga  Tahapan Seleksi Beasiswa Xl Future Leader Yang Harus Anda Tahu

Di dalam dan di luar panggung, Watts diam, menempel pada bayangan dan menempatkan anggota band lainnya dalam sorotan.

Ibunya berkata Watt bernyanyi di atas meja dengan kayu atau pisau dan garpu sebelum orang tuanya membelikannya perangkat drum ketika dia berusia 14 tahun.

Watt belajar desain grafis di Hello Art School, pekerjaan pertamanya adalah periklanan. Di waktu luangnya, ia menulis dan menerbitkan buku anak-anak “Ode to Flying Birds” tentang legenda jazz Charlie Parker.

Pada saat yang sama, Watts bermain di sebuah band dengan Alexis Corner, pendiri kancah blues Inggris, di Ealing, London barat. Anggota Late Stones Brian Jones, Mick Jagger dan Eric Clapton juga hadir sebagai tamu.

Pada tahun 1962, Jones membentuk Rolling Stones dengan Jaguar sebagai penyanyi, Ian Stewart sebagai pianis, dan Keith Richards dan Dick Taylor sebagai gitaris.

Watt menolak tawaran pertama grup untuk bergabung. Namun pada akhirnya, pada Januari 1963, mereka mengakuinya dan memainkan pertunjukan pertamanya bersama mereka.

Baca Juga  5 Pilihan Universitas Swasta Terbaik Di Jakarta 2021

Band ini mencetak serangkain lagu hits di tahun 1965-1966, diantaranya:

  • I Can’t Get No) Satisfaction
  • Paint It Black
  • 19th Nervous Breakdown
  • Get off My Cloud
  • Have You Seen Your Mother, Baby
  • Lady Jane
  • dan masih banyak lagi

Selain itu, mereka semakin besar dan akhirnya berkeliling dunia dalam tur besar. Kemudian, pada 1980-an, Watts akhirnya menemukan waktu untuk mengejar hasratnya terhadap jazz dan membentuk grup beranggotakan 32 orang bernama Charlie Watts Orchestra.

Penampilan pertama mereka berlangsung di klub jazz legendaris London Ronnie Scott. Dalam penyamaran, Watts sering ada di sana menonton pertunjukan.

Pada awal 1990-an, Watts merilis beberapa album dengan band lain, Charlie Watts Quintet, termasuk penghargaan untuk Charlie Parker.

#ArtikelAsli