Yang Mempengaruhi Harga Saham Perusahaan Naik Turun

Yang Mempengaruhi Harga Saham Perusahaan Naik Turun

Saham dapat diartikan sebagai tanda penyertaan modal dalam suatu perseroan atau perseroan terbatas dari seorang individu atau suatu pihak (organisasi).

Termasuk modal ini, para pihak berhak menuntut penghasilan perseroan, kekayaan perseroan dan hak menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Saham bersifat fluktuatif dan dapat berfluktuasi, seperti halnya komoditas dan harga komoditas di pasar. Untuk beberapa ada seni. Jika pasar statis, tidak dapat menarik investor.

Jika Anda sudah memiliki saham di beberapa perusahaan, Anda mungkin khawatir tiba-tiba berubah menjadi merah-merah saat melihat saham hijau, tapi jangan panik.

Dalam teori ekonomi, naik turunnya harga saham biasa terjadi karena didorong oleh kekuatan penawaran dan permintaan.

Ketika permintaan tinggi, harga naik, dan ketika penawaran tinggi, harga turun. Secara umum ada beberapa faktor yang mempengaruhi harga saham perusahaan naik turun. Diantaranya:

Fundamental Perusahaan

Yang Mempengaruhi Harga Saham Perusahaan Naik Turun
sumber: poems.co.id

Inilah faktor utama yang menyebabkan harga saham naik atau turun dan harus selalu diperhatikan saat berinvestasi saham.

Harga saham untuk perusahaan dengan fundamental yang baik sedang naik. Di sisi lain, saham pada perusahaan dengan fundamental yang buruk akan menyebabkan harga saham turun.

Baca Juga  Perusahaan Good Saham Terkenal Di Indonesia

Proyeksi Kinerja Perusahan Mendatang

Investor dan analis fundamental menggunakan hasil perusahaan sebagai pedoman saat mengevaluasi saham perusahaan.

Yang paling penting dari beberapa faktor adalah tingkat dividen tunai, tingkat hutang, rasio nilai buku / harga / nilai buku (PBV), laba per saham (EPS) dan tingkat pendapatan perusahaan.

Perusahaan yang menawarkan tingkat dividen yang lebih tinggi (DPR) cenderung menikmati dukungan investor karena mereka dapat memberikan pengembalian yang lebih tinggi.

Bahkan, DPR mempengaruhi harga saham. EPS juga berkontribusi terhadap fluktuasi harga saham. Laba per saham yang tinggi akan memaksa investor untuk membeli saham tersebut, sehingga menyebabkan harga saham menjadi lebih tinggi.

Rasio utang dan tingkat PBV juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. Perusahaan yang berutang tinggi biasanya adalah perusahaan yang sedang berkembang.

Perusahaan biasanya bersedia mencari pendanaan dari investor. Namun, perusahaan seperti itu biasanya sangat diminati di kalangan investor.

Ini karena saham menawarkan pengembalian yang tinggi karena analisis yang baik dapat mengarah pada kapitalisasi pasar yang lebih tinggi di masa depan.

Korporasi Perusahaan

Perilaku perusahaan di sini dinyatakan dalam kebijakan yang ditempuh oleh manajemen perusahaan. Dampaknya dapat mengubah fundamental sebuah perusahaan. Contoh perilaku perusahaan termasuk akuisisi, merger, rights issue, atau penjualan.

Baca Juga  Saham Bukalapak Meroket 24,71% Saat Perdagangan Perdana Jadi Rp 1.060

Kebijakan Pemerintah

Yang Mempengaruhi Harga Saham Perusahaan Naik Turun
sumber: dictio.id

Kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi harga saham, meskipun masih dalam pembahasan dan belum dilaksanakan.

Banyak contoh kebijakan pemerintah yang menyebabkan volatilitas harga saham, seperti kebijakan impor/ekspor, kebijakan korporasi, kebijakan utang, dan kebijakan penanaman modal asing.

Manipulasi Pasar

Penyebab fluktuasi harga saham juga bisa disebabkan oleh manipulasi pasar. Manipulasi pasar biasanya dilakukan oleh investor cerdas dan modal besar yang menggunakan media untuk memanipulasi kondisi tertentu guna menurunkan atau menaikkan harga saham.

Ini sering disebut sebagai rumor. Namun, penyebab dari faktor ini biasanya tidak bertahan lama. Prinsip dasar perusahaan tercermin dalam laporan keuangan, yang mempengaruhi dinamika harga saham.

Kondisi Panik

Berita tertentu dapat menyebabkan kepanikan di salah satu bursa atau saham. Kepanikan ini akan menuntut investor untuk menerbitkan (menjual) sahamnya.

Mari kita kembali ke hukum penawaran dan permintaan. Kondisi ini menciptakan tekanan jual dan harga saham akan turun.

Dengan adanya fenomena panic selling, investor takut akan penurunan harga lebih lanjut dan ingin segera menerbitkan saham berapa pun harganya.

Baca Juga  Ini Jam Saham Indonesia Untuk Trader Pemula

Perilaku ini didorong oleh emosi dan ketakutan, bukan analisis rasional. Hindari menjual saham karena Anda tergila-gila dengan kepanikan.

Pertama, analisis saham yang ingin Anda jual dan, pada dasarnya, apakah masih layak untuk dipegang. Memiliki saham yang baik adalah seperti memiliki sebagian kecil dari perusahaan yang bermaksud baik.

Fluktuasi Kurs Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

Kuatnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing seringkali menyebabkan fluktuasi pasar saham. Secara logika, ini sangat masuk akal.

Dampak fluktuasi nilai tukar tersebut dapat berdampak positif maupun negatif bagi perusahaan tertentu, terutama yang terbebani utang valas.

Perusahaan importir dan perusahaan dengan beban utang dalam mata uang asing akan terpengaruh oleh depresiasi nilai tukar.

Hal ini akan meningkatkan biaya operasional dan otomatis menurunkan harga saham yang ditawarkan. Sebagai contoh, depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kerap kali menurunkan nilai saham Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).