Arti Stock Split Di Dunia Saham

Arti Stock Split Di Dunia Saham

Arti Stock Split Di Dunia Saham. Semua perusahaan publik menerbitkan saham yang dijual kepada publik / calon investor di bursa efek untuk meningkatkan modal tambahan.

Saham merupakan salah satu jenis investasi dalam bentuk surat berharga, dan investor akan memperoleh keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual dalam bentuk deviden atau margin.

Dalam perkembangannya, suatu perusahaan dapat memutuskan untuk membagi sahamnya. Berbicara mengenai pasar modal, khususnya investor ekuitas, Anda mungkin pernah mendengar istilah “stock split”.

Arti Stock Split

Arti Stock Split Di Dunia Saham
sumber: finansialku.com

Apa itu stock split? Dan mengapa ada stock split? stock split adalah perilaku perusahaan di mana harga saham dibagi pada tingkat tetap. Misalnya 1:5 berarti harga saham akan dibagi lima.

Misalnya, nilai nominal awal satu saham akan meningkat dari Rp 10.000 menjadi Rp 2.000 setelah pemecahan saham. Harga saham setelah split akan lebih rendah, tetapi jumlah saham akan meningkat lima kali lipat.

Memisahkan saham dalam arti sederhana berarti membagi nilai saham. Tujuannya untuk menambah jumlah saham yang diterbitkan, menurunkan harga per saham agar lebih murah, dan membuat transaksi jenuh kembali.

Baca Juga  Saham DCII Yang Meroket 11.000%, Kok Bisa?

Jumlah saham akan bertambah, tetapi jumlah modal yang diumumkan tidak akan berubah karena pembagian saham. Suatu perusahaan dapat tetap bergerak walaupun sahamnya diperdagangkan dalam jumlah yang banyak.

Perusahaan Yang Pernah Stock Split

Arti Stock Split Di Dunia Saham
sumber: bigalpha.id

Pemecahan saham bertujuan untuk menarik lebih banyak investor, terutama investor individu. Biasanya emiten stock split memiliki fundamental yang baik, namun harga saham sudah mencapai titik tertingginya.

Perusahaan yang pernah stock split antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Unilever dll. Indonesia Tbk. (UNVR).

Beberapa perusahaan juga melakukan stock split selama tahun 2021, di antaranya PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) dan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (BAIK).

Misalnya, dalam stock split harga saham UNVR adalah Rp 42.000 di pasar normal. Setelah itu, UNVR melakukan pemecahan saham 1: 5. Setelah aksi korporasi, harga UNVR adalah Rp 8.400. Saham dibagi dengan membagi harga sebelum dibagi dengan rasio ini.

Baca Juga  5 Hal Yang Mempengaruhi Harga Saham Di Pasaran

Jika perusahaan melakukan pemecahan saham, nilai nominal saham akan berkurang dan jumlah saham yang dikeluarkan akan bertambah. Misalnya, jumlah saham di UNVR meningkat dari sebelumnya 7,63 miliar saham menjadi 38,15 miliar saham setelah pemecahan saham.

Dapat disimpulkan bahwa pemecahan saham dapat menguntungkan baik emiten maupun investor. Keuntungan bagi investor adalah harga saham lebih terjangkau dan kepemilikan saham meningkat.

Di sisi lain, keuntungan bagi emiten adalah membuat saham lebih mobile atau lebih aktif dengan meningkatkan frekuensi transaksi yang dilakukan pelaku pasar. Beberapa pelaku pasar lebih menyukai saham yang likuid karena mudah dibeli dan dijual.

Berdasarkan berita terbaru, PT Bank Central Asia (Persero) Tbk (BBCA) juga akan melakukan pemecahan saham 1:5 sehingga nilai nominal saham akan berubah dari Rp 62,5 per saham menjadi Rp 12,5 per saham.

Pada saat posting ini, harga saham BBCA adalah sekitar Rp 29.850 per saham. Setelah mendapat persetujuan pemegang saham, BCA akan mengkoordinasikan pemecahan saham tersebut dengan Bursa Efek Indonesia.

Baca Juga  Stock Split Saham Adalah Dan Imbasnya Untuk Pemegang Saham