Saham DCII Yang Meroket 11.000%, Kok Bisa

Saham DCII Yang Meroket 11.000%, Kok Bisa?

Saham DCII Yang Meroket 11.000%, Kok Bisa?. Penyedia layanan data center Toto Sugiri dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menjadi bintang baru di bursa saham Indonesia. Harga sahamnya naik puluhan ribu persen dalam enam bulan setelah listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kenaikan saham DCII sejak penawaran umum perdana (IPO) disebabkan oleh penguatan Indeks Teknologi BEI (IDXTECHNO) yang diumumkan awal tahun ini.

Saham telah bergejolak setidaknya selama dua minggu terakhir menyusul berita bahwa bos kelompok makanan India Anthony Salim telah resmi membeli saham DCII. Di bawah ini, CNBC Indonesia Research Group merangkum beberapa fakta penting tentang strain DCII.

 Saham DCII Yang Meroket 11.000%, Kok Bisa
sumber: detik.net.id

Harga Saham DCII Meroket, Menjadi Termahal Dan Masuk Big Cap

Sejak listing pertama pada 6 Januari tahun ini, ini adalah dua saham Dedencot termahal di bursa Indonesia, raksasa tembakau PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan bank swasta terbesar di Indonesia. PTBank Central Asia (BBCA), juga dikenal sebagai BCA.

Pada saat IPO, saham emiten yang didirikan pada 2011 itu adalah Rp 420 per saham. Pada Selasa, 15 Juni, harga saham DCII naik 11,864% “selama sebulan” menjadi Rp 50.250 per saham.

Baca Juga  Inilah Broker Forex Lokal Berpengalaman Dan Resmi 2021

Tak lama kemudian, saham tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk memasuki Big Cap (juga dikenal sebagai) dengan kapitalisasi pasar lebih dari Rp 100 triliun. Kapitalisasi pasar DCII saat ini adalah $119,78 triliun rupiah Indonesia.

Harga Saham DCII Meroket, Menjadi Termahal Dan Masuk Big Cap

DCI Indonesia didirikan pada 18 Juli 2011 sebagai data center Tier IV pertama di Asia Tenggara dan mulai beroperasi secara komersial pada 2013.

Perusahaan ini bergerak di bidang hosting dan kegiatan terkait lainnya seperti layanan pemrosesan data dan Internet. Hosting, streaming, komputasi awan, hosting, dan aplikasi penyimpanan.

Selain itu, DCI Indonesia juga terutama menyediakan layanan colocation. Singkatnya, ini menyediakan tempat untuk menyimpan atau mengalihdayakan standar keamanan fisik dan infrastruktur seperti stabilitas daya dan kontrol udara ke server pelanggan.

DCI saat ini adalah pemimpin pasar dengan total kapasitas 37 MW, menyumbang 51% dari pangsa pasar pusat data colocation. Kabar terbaru dalam pengumuman resmi Senin lalu, DCII juga membangun zona data center di Karawang, Jawa Barat.

Baca Juga  Hal - Hal Penting Investasi Saham Untuk Para Pemula

Pembangunan gedung ini dimulai pada kuartal keempat tahun 2020. Pekerjaan konstruksi sekarang dalam tahap akhir dan diharapkan akan selesai pada kuartal keempat tahun 2021.

Gedung ini memiliki 10 lantai dan 6 lantai. Ini adalah ruang informasi dengan total kapasitas 3.000 rak dan total kapasitas 15 megawatt (MW).

Hadirnya Anthoni Salim

Awal bulan ini, Anthoni Salim, Presiden dan CEO Indofood Group, mencatatkan peningkatan kepemilikan saham DCII dari 3,03% menjadi 11,12%.

Data tersebut terlihat dalam daftar pemegang saham dengan lebih dari 5% saham yang diterbitkan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 2 Juni 2021.

Menurut KSEI, pembelian dilakukan pada 31 Mei 2021 dengan harga Rp 5.277 per saham. Total saham baru yang diperoleh putra pendiri Grup Salim, Kapal Salim itu sebanyak 192,74 juta lembar dan kesepakatannya sebesar Rp 1,1 triliun.

Sebelumnya, Antoni Salim menguasai 72,29 juta saham DCII atau 3,03% dari total saham, namun setelah pembelian baru ini, saham Indofood Boss mencapai 265 juta saham.

Salim menjelaskan, tujuan dari kesepakatan ini adalah untuk berinvestasi pada teknologi yang memiliki status kepemilikan saham langsung.

DCII BEI telah melahirkan tiga orang kaya baru di Indonesia. Pasalnya, saham emiten yang tercatat di lantai bursa baru enam bulan ini terus naik setiap hari hingga mencapai 11,864% per Senin lalu sebelum dihentikan sementara oleh bursa.

Baca Juga  Analisis Saham Dengan 7 Grafik Saham

Harga Makin Naik, Valuasi Makin Mahal

Kenaikan nilai saham DCII akhir-akhir ini tentu membuat para pelaku pasar tertarik untuk berinvestasi atau tidak pada saham-saham tersebut. Nah, setelah berjalan cepat, DCII saat ini diperdagangkan pada peringkat yang sangat tinggi.

Silakan coba bayangkan. Menggunakan metode evaluasi laba bersih versus harga saham, juga dikenal sebagai price-earnings ratio (PER), DCIIPER adalah 623,11 kali. Faktanya, PER heuristik umumnya dianggap wajar jika berada dalam kisaran 20x.

Di sisi lain, jika menggunakan metode book value versus price to book value (PBV), rasio DCII PBV saat ini 130,46 kali, yang tentunya sangat mahal. Seperti yang ditunjukkan oleh praktik, PBV dianggap murah jika rasionya kurang dari satu.

Oleh karena itu, jika Anda ingin membeli saham ini, pertimbangkan apakah jangka waktu investasi Anda akan panjang, menengah atau pendek sehingga Anda dapat mengambil keputusan yang tepat.

#ArtikelAsli

Pencarian Popular Dci Indonesia Saham ,Harga Saham Dcii Hari Ini ,Harga Saham Dcii Saat Ini ,Saham Dci ,Saham Dci Indonesia