Saham Hotel dan DGIK Jadi Jawara Perdagangan

Saham Hotel dan DGIK Jadi Jawara Perdagangan

Saham Hotel dan DGIK Jadi Jawara Perdagangan. Dengan Indeks Saham Gabungan (IHSG) naik 4%, banyak saham rally dan “hilang” selama seminggu. Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pekan ini naik 4,06% menjadi 6.481,77 dengan total nilai transaksi Rp 89,73 triliun.

Dengan kenaikan IHSG, asing melakukan pembelian bersih sebesar Rp 10,31 triliun di pasar reguler dan pembelian bersih sebesar Rp 36,26 miliar di pasar negosiasi dan tunai.

Indeks saham sektor barang konsumsi yang tidak beredar mengungguli indeks industri lainnya sebesar 6,58%.

Saham Hotel dan DGIK Jadi Jawara Perdagangan
sumber: tempo.co

Kedua, indeks saham energi juga naik 4,87% selama seminggu, mendorong IHSG naik. Tiga bidang bisnis menonjol di industri perhotelan peringkat teratas: PNSE, FITT, dan ESTA.

Saham PNSE melonjak 154,51% dalam seminggu, memuncaki daftar yang paling menguntungkan. Sementara itu, FITT naik 76,06% dan ESTA naik 46,02%.

Kapitalisasi pasar (market capitalization) ketiga saham tersebut tergolong minimal. Kapitalisasi pasar saham PNSE adalah Rp 722.020 juta, FITT Rp 150 miliar, dan ESTA Rp 103,95 miliar.

Baca Juga  Pinjaman Online Paling Murah Dengan Bunga Kompetitif

Selain saham hotel, saham perusahaan konstruksi DGIK meningkat 48,05% selama seminggu. Kenaikan DGIK akan dilakukan sesuai dengan rencana PT Global Dinamika Kencana, pemegang saham pengendali PT Itama Rayonara Tbk (IRRA), emiten farmasi dan alat kesehatan, dan akan menerima lebih dari 51,85% saham perseroan.

Sebelumnya, Global Dynamics membeli saham DGIK dari investor lama. Yakni, PT Lintas Kebayoran Lama 34,12%, PT Loasaindo Aditama 7,6%, PT Rezeki Segitiga Emas 9,32% dan PT Multidaya Hutama Indokarunia 0,81%. Menerima 51,85% saham.

Pembelian saham tersebut berakhir pada 6 Oktober 2021. Harga pembelian pada Rp 80 per saham dan total kesepakatan adalah Rp 22,984 miliar.

Harga tersebut berada di atas harga pasar Rp 77 per saham pada Rabu 6 Oktober 2021. Sementara itu, Global Dinamika Kencana adalah perusahaan manajemen IRRA dengan 69,75% saham per Juni 2021.

Manajemen Global Dinamika menyatakan bahwa tujuan dari akuisisi/pengelolaan ini adalah untuk mengembangkan bisnis di bidang jasa konstruksi dan memperkuat bisnis perusahaan.

Bertentangan dengan nasib, anak perusahaan yang mengelola dua saham Grup Lippo, MLPL dan Hypermart MPPA, menjadi salah satu pecundang terbesar meski ada sentimen positif terhadap kedatangan investor baru Gojek.

Baca Juga  Cimb Niaga Saham Direkomendasikan Analis Untuk Dibeli

Saham MLPL turun 25,36% minggu ini menjadi Rp 418 per saham. Akibatnya, strain MLPL berada di zona merah selama 6 hari berturut-turut, 4 di antaranya mencapai batas penolakan otomatis (ARB), yaitu 7% lebih rendah.

Kabar terbaru, PT Inti Anugerah Pratama (IAP), perusahaan yang dijalankan oleh keluarga Riadi dari grup Lippo, telah menjual 1,66 miliar saham. Hal ini sesuai dengan 11,37% kepemilikan Multipolar.

Total dana yang diperoleh dari penjualan saham tersebut mencapai Rp 80,575 miliar. Selama seminggu, saham MPPA turun 24,62% ​​menjadi $3.

Seperti halnya MLPL, harga saham MPPA turun selama enam hari berturut-turut, empat di antaranya terkait dengan ARB.

Menyusul pembelian dari MLPL pada 4 Oktober, pelemahan kembali terulang meski ada pandangan positif bahwa aplikasi PT Karya Anak Bangsa alias Gojek resmi menjadi pemilik 6,74% saham MPPA.

Multipolar menjual Gojek 507.142.900 saham dengan harga Rp 700 per saham, atau 6,74%.

#ArtikelAsli