Margin Trading Adalah Dan Dampaknya Bagi Nasabah

Margin Trading Adalah Dan Efeknya Bagi Nasabah

Margin trading adalah. Perdagangan margin menjadi topik hangat selama pandemi Covid-19. Saat ini, investor masuk ke pasar modal ketika berada pada titik terendahnya.

Pasar saham yang sempat jatuh ke titik terendah di awal pandemi, kini mulai pulih. Hal ini telah melahirkan banyak investor baru yang telah memasuki pasar modal.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor di pasar modal mencapai 3,87 juta SID pada 29 Desember 2020, atau meningkat 56% dibandingkan akhir 2019.

Dari jumlah tersebut, jumlah investor ekuitas meningkat tajam. 53% menjadi 1,68 juta SID.

Pada tahun 2021, situasinya akan berbalik. Kondisi pasar saham mencapai kondisi pra-pandemi pada awal tahun 2020.

Margin Trading Adalah Dan Dampaknya Bagi Nasabah
sumber: cryptoitunes.com

Seiring dengan pembalikan harga saham, sejumlah investor ekuitas memanfaatkan peluang manajer investasi dalam bentuk pinjaman jangka pendek atau yang lebih dikenal dengan margin trading.

Aydil Akbar Majid, Senior Financial Planner, menjelaskan tentang margin trading. Menurut Adil, margin trading adalah kredit yang ditawarkan oleh perusahaan pialang kepada klien pemegang rekening efek perusahaan efek.

Baca Juga  Fbs Halal Atau Haram, Ini Penjelasannya

Margin ini memungkinkan klien untuk memperdagangkan lebih banyak saham daripada ekuitas di akun sekuritas mereka.

Kesempatan ini diberikan dalam bentuk pinjaman. Kemudian, tentu saja, klien harus membayar bunga pinjaman, yang dihitung setiap hari.

Idil juga mengatakan bahwa margin trading sangat berisiko. Ketika harga saham yang dibeli menggunakan margin turun, pembeli menerima margin.

Margin Call memperingatkan klien tentang perlunya menambah dana tambahan, karena rasio jumlah pinjaman terhadap nilai investasi klien menurun.

Jika klien mengharapkan margin call, sekuritas menjual posisi saham klien (penjualan paksa) dan mengembalikan dana pinjaman.

#ArtikelAsli