Insider Trading Adalah Dan Studi Kasusnya

Insider Trading Adalah Dan Studi Kasusnya

Insider trading adalah. Insider trading dalam adalah praktik ilegal di dunia investasi di mana investor diberi tahu dengan jelas tentang keuntungan membeli dan menjual saham.

Kredibilitas informasi berasal dari “orang dalam” perusahaan afiliasi. Tindakan tersebut dianggap ilegal karena tidak adil dalam penyampaian informasi dan terbatas pada mereka yang terkait.

Dalam arti tertentu, informasi yang dikirimkan tidak diketahui secara luas. Seorang investor bernama X memiliki kerabat Z yang merupakan CEO PT ABC.

Insider Trading Adalah Dan Studi Kasusnya
sumber: elysiumpost.com

Sebagai CEO, Z menerima informasi bahwa ABC akan membeli kembali saham tersebut dengan harga Rp 15.000 per saham, yang lebih tinggi dari harga saham saat ini sebesar Rp 10.000 per saham.

Informasi ini diharapkan mendorong harga saham ABC lebih tinggi, sehingga X membeli nilai saham ABC dan menjualnya kembali saat harga saham ABC tertinggi.

Tentu saja, X menghasilkan banyak uang dengan menjual saham ini. Kemudian berdasarkan kesepakatan antara X dan Z mengenai informasi penting di atas, X membagi keuntungan dengan Z sebagai imbalan atas kebaikan Z dalam memberikan informasi tentang perusahaan.

Baca Juga  Spot Trading Adalah Dan Bagaimana Spot Trading Bekerja

Kasus di atas disebabkan oleh fakta bahwa X dan Z menunjukkan tiga karakteristik perilaku insider trading: ketersediaan informasi penting dari orang dalam dalam perusahaan, ketersediaan perdagangan saham, dan manfaat yang dapat diperoleh.

Berkenaan dengan praktik insider trading yang ilegal, Undang-Undang Pasar Modal Indonesia (UUPM) menganut prinsip transparansi dalam setiap pembelian dan penjualan saham di bursa.

Dengan demikian, setiap investor dapat menentukan pilihannya sendiri dalam kegiatan investasinya tanpa adanya pengaruh dari pihak lain.

Prinsip ini jelas dilanggar oleh pelaku insider trading bukan? Tidak main-main, praktik insider trading ini tergolong litigasi serius, dan mereka yang membuktikannya bisa dikenakan sanksi mulai dari denda hingga hukuman penjara.

Salah satu kasus insider trading yang digagas Finansialku.com terjadi di Indonesia pada tahun 90-an dengan partisipasi PT Argo Pantes.

Saat itu, pejabat internal memerintahkan penjualan besar-besaran saham PT Argopantes. Hal itu dilakukan setelah sebelumnya dia mendapat informasi mengenai penurunan laba perusahaan.

Informasi yang tidak tersedia untuk umum akan digunakan untuk mengamankan investasi di perusahaannya.

Baca Juga  Vps Forex Menjadi Trend Trading Saat Ini

Pasalnya, harga saham PT Argopantes turun tajam tak lama setelah informasi penurunan laba itu dirilis ke publik.

Akibatnya, harga saham anjlok, mengakibatkan kerugian bagi pemegang saham luar.

#ArtikelAsli